Senin, 28 Desember 2015

Penulisan Ilmiah

Perancangan penulisan Ilmiah

TUJUAN
Tujuan dalam Penulisan Ilmiah adalah melatih mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan Ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1.  Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
2.  Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3.  Masalah dibatasi

STRUKTUR PENULISAN ILMIAH
Susunan struktur Penulisan Ilmiah adalah sebagai berikut :
1.  Bagian Awal
2.  Bagian Pokok :
a.    Bab Pendahuluan
b.    Bab Landasan Teori
c.    Bab Pembahasan
d.    Bab Penutup
3. Bagian akhir
           
A. Bagian Awal
Bagian Awal, terdiri atas :
-    Halaman Judul
     Ditulis sesuai dengan cover depan standar Penulisan Ilmiah Universitas Gunadarma.
-    Lembar Pengesahan
     Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, koordinator PI, serta Ketua Jurusan.
-    Abstraksi
     Berisi ringkasan dari penulisan. Maksimal 1 halaman.
-    Kata Pengantar
     Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan).
-    Daftar isi
-    Daftar Tabel                               
-    Daftar Gambar                            
-    Daftar Lampiran                                 


B.   Bagian Pokok

Bab I : PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Bagian ini berisikan uraian/penjelasan yang berkaitan dengan fenomena-fenomena atau alasan-alasan yang mendasari mahasiswa/peneliti memilih atau tertarik untuk meneliti tema yang ditulis.

1.2. Rumusan dan Batasan Masalah
Atas dasar latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, pada bagian ini mahasiswa/peneliti mulai mengidentifikasi, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti. Setelah rumusan masalah ada, mahasiswa/peneliti dapat menterjemahkan rumusan masalah tersebut dalam bentuk kalimat pertanyaan penelitian.

1.3. Tujuan Penelitian
Bagian berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai, dan hal ini seharusnya mengacu kepada rumusan dan pertanyaan penelitian yang telah dibuat sebelumnya.

1.4. Manfaat penelitian
Sedikit berbeda dengan tujuan penelitian, sub bab manfaat penelitian berisikan manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian yang akan dilakukan mahasiswa/peneliti tersebut.

1.5. Metode Penelitian
Bagian berisikan tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan. Poin-poin penting dalam bagian ini adalah :
1.5.1.       Objek penelitian
1.5.2.       Data / Variabel
1.5.3.       Metode pengumpulan data / variabel
1.5.4.       Hipotesis
1.5.5.       Alat analisis yang digunakan,

1.6. Agenda Penelitian
Bagian ini hanya ada selama mahasiswa/peneliti masih dalam tahap pengajuan UP (usulan penelitian), dan dihilangkan dalam penulisan format PI selanjutnya.

 

Bab II : LANDASAN TEORI


2.1. Kerangka Teori
Bagian ini berisikan berbagai pengertian dan pemahaman mengenai teori yang benar-benar relevan dengan topik dan variabel.

2.2. Kajian Penelitian Sejenis
Bagian ini berisikan kajian mahasiswa/peneliti terhadap hasil-hasil penelitian sejenis atau penelitian yang memiliki kesamaan topik atau variabel dengan topik atau variabel yang sedang dan akan diteliti oleh mahasiswa/peneliti.

2.3. Alat Analisis
Bagian berisi penjelasan rinci (rumus, formulasi, langkah-langkah perhitungan, dsb.) mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang akan digunakan dalam analisis masalah/pembahasan.


Bab III : METODE PENELITIAN ( lihat sub-bab 1.5. dalam Bab I )

3.1.  Objek Penelitian
3.2.  Data / Variabel Yang Digunakan
3.3.  Metode Pengumpulan Data
3.4.  Hipotesis
3.5.  Alat Analisis Yang Dingunakan

Bab III ini dibuat untuk memberikan ruang yang lebih luas lagi bagi mahasiswa/peneliti dalam menguraikan dan menjelaskan metode penelitian yang akan digunakan, sementara keberadaan sub-bab 1.5. terlalu ringkas, khususnya untuk materi-matari penelitian dengan menggunakan data primer dan melakukan survei.

Bab IV : PEMBAHASAN


4.1. Data dan Profile Objek Penelitian
Bagian berisikan Data dan Profile singkat objek penelitian

4.2. Hasil Penelitian dan Analisis/Pembahasan
Dalam bagian ini, mahasiswa/peneliti mulai menyajikan data dan hasil penelitian dan mulai menganalisis secara deskriptif ( dengan tabel, grafik, flow, dan sejenisnya) serta mengkombinasikannya dengan analisis kuantitatif yang telah disebutkan dibagian sub-bab 1.5.5.

4.3. Rangkuman Hasil Penelitian
Berbeda dengan kesimpulan, bagian ini berisi rangkuman hasil penelitian, yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil.


Bab V : PENUTUP


5.1. Kesimpulan
Bagian ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa/peneliti, yang pada prinsipnya merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang ada.
5.2. Saran
Isi yang ada pada bagian ini harus diprioritaskan pada saran terhadap butir-butir kesimpulan yang ada.

5.3. Keterbatasan Penelitian (optional)
Untuk beberapa kasus materi penelitian dan mungkin juga mahasiswa, bagian ini dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai keterbatasan yang ada dalam penelitian.

C. Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
  Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan.
- Daftar Simbol
Berisi deretan simbol-simbol yang digunakan dalam penulisan, lengkap dengan    keterangannya.
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan-  perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

TEKNIK PENULISAN

1.  Penomoran Bab serta subbab
-    Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
-    Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
     II ………. (Judul Bab)
     2.1 ………………..(Judul Subbab)
     2.2 ………………..(Judul Subbab)
     2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
-    Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
-    Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

2.  Penomoran Halaman
-    Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
-    Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
-    Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.

3.  Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
-    Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
-    Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang terletak di bab III.

4.  Penulisan Daftar Pustaka
     Daftar Pustaka adalah daftar yang terperinci dan sistematis dari semua karya ilmiah yang digunakan penulis dalam menyusun penulisan ilmiahnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun teknik penulisannya memenuhi ketentuan sbb :
a.  Alphabetis nama pengarang
b.  Nama pengarang tanpa gelar ( dimulai dengan nama diri atau nama keluarga untuk pengarang asing
d.  Penulisan setiap pustaka dalam satu spasi, sedangkan antara satu pustaka dengan pustaka berikutnya dengan jarak dua spasi.
e. Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan  sebagai berikut :
         Nama Pengarang, Tahun Penerbitan. Judul Karangan (dicetak tebal), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit.
f.   Untuk sumber buku, penulisan daftar pustakanya antara nama pengarang judul, kota penerbitan dipisahkan oleh titik. Antara nama penerbit dengan tahun terbit dipisahkan koma. Untuk sumber dari majalah dan surat kabar, penulisan nama majalah atau surat kabar diakhiri dengan koma.


5.  Pengutipan

-  Jika kutipan kurang atau sama dengan tiga baris, bagian awal dan akhir kutipan diberi tanda kutip, spasi tetap biasa.
-    Kutipan yang lebih panjang dari tiga baris tidak perlu diberi tanda kutip, tapi diketik dengan jarak satu spasi dengan indent yang lebih dalam 7 ketuk dari kiri.

Cara Penulisan :
Ada dua cara menempatkan sumber kutipan di belakang bahan yang dikutip sebagai berikut :
a.    Cara ringkas yaitu menempatkan sumber kutipan di belakang bahan yang dikutip ditulis dalam tanda kurung dengan menyebutkan : ‘Nama pengarang, tahun penerbitan dan halamn yang dikutip’
b.    Cara langsung yaitu menempatkan sumber kutipan langsung di bawah pernyataan yang dikutip yang dipisahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak antara garis pemisah dengan teks satu spasi, jarak antara garis pemisah dengan sumber kutipan dua spasi, dan jarak baris dan kutipan harus satu spasi.

6.  Format Pengetikan
-    Menggunakan kertas ukuran A4.
-    Margin Atas    : 4 cm             Bawah           : 3 cm
                 Kiri      : 4 cm             Kanan            : 3 cm
-    Jarak spasi : 1,5
-    Jenis huruf (Font) : Times New Roman.               
-    Ukuran / variasi huruf           : Judul Penulisan Ilmiah    16 / Tebal, Huruf Besar
                                                   Isi                             12 / Normal
                                                    Subbab                    12 / Tebal

7.  Persiapan Sidang

-    Naskah Penulisan Ilmiah dibuat dalam bentuk transparan yang meliputi Bab I ( Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian), Bab IV ( Pembahasan dan Bab V (Penutup) dengan jenis/ukuran huruf : Time New Romans 18 




SUMBER
https://ahmadfatoniofficial.wordpress.com/2012/06/20/pedoman-penulisan-ilmiah-pi/
https://erdendi.wordpress.com/2013/12/28/format-penulisan-ilmiah-universitas-gunadarma/
Pedoman PI FE .txt

Abstrak

Abstrak

Pengertian Abstrak

Abstrak merupakan representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan apa isi dan apa cakupan dari tulisan.
Abstrak biasanya digunakan untuk :
1. Menghemat waktu pembacaan dari dokumen aslinya
2. Mempermudah untuk menyeleksi bacaan karena dengan membaca judul saja belum tentu bisa diketahui dengan jelas
3. Membantu menghilangkan dari kesulitan bahasa dalam membaca karangan asli
4. Membantu untuk mencari literature karena banyak karangan yang tidak dipublikasikan
5. Untuk meningkatkan efisiensi pembuatan indeks
6. Membantu pembuatan tinjuana pustaka
7. Mempermudah pembaca daripada membaca isi seluruh dari karangan

Contoh Abstrak
              Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi sosial media untuk mendukung layanan informasi perkuliah di suatu universitas di Indonesia terutama dalam pengolahan layanan informasi perkuliahan yang berbasis Mobile Technology. Cara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan pelayanan informasi perkuliahan di universitas tersebut. Dalam membuat pemodelan sistem dengan menggambarkannya menggunakan bagan alur sistem dan diagram arus data, merencang sebuah aplikasi yang Gammu yang menjembatani sistem komputer dengan Handphone dan implementasi sistem. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem komputerisasi dengan berbasiskan database yang berbasis Mobile Technology dapat membantu pelayanan infromasi perkuliahan pada Universeitas tersebut.

Kata Kunci : Aplikasi,  Mobile Technology, Pendukung layanan perkuliahan, Sistem Informasi, Web


Yang dibuat dalam Abstrak
 Abstrak selalu dalam bentuk informatif, terdiri dari 200 - 250 katayang berisi:
a. Tujuan dan masalah penelitian
b. Metode penelitian
c. Hasil yang diperoleh
d. Kesimpulan
e. Kata Kunci

Cara membuat Abstrak
Hal- hal yang dilarang dalam Abstrak adalah sumber acuan, informasi lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan sebuah penelitian dan gambar atau tabel. Adapun format penulisan abstrak yaitu sebagai berikut: 
1. Awal kalimat adalah kata benda
2. Terdiri dari maksumal 250 kata, diluar kata depan dan kata sambung.
3. Terbentuk dalam 1 paragraf
4. Menggunakan spasi satu
5. Menggunakan jenis font Times New Roman
6. Terdapat kata kunci yang terdiri dari maksumal 5 kata dan disusun secara alphabet
7. Ditulis sebelum bab pendahuluan
8. Rata kiri - kanan
9. Size Font 12

Daftar Pustaka
adalah tulisan yang terususun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Berisi daftar reefrensi (bukum jurnal, majalah, website, dll) yang digunakan dalam penulisan ini.


Contoh daftar pustaka



Penulisan daftar pustaka
1. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:
  • Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From 3 August 2008   
2. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
  • Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
  • Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
3. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama  tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ (  )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok.  Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:
  • Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
  • Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
Perlu diingat juga untuk penulisan daftar pustaka yang banyak harus berurutan penulisannya. Nama dari sumber yang diambil sebagai daftar putaka ditulis berdasarkan urutan Abjad dari nama masing-masing tersebut, dimulai dengan Abjad A-Z itulah urutan penulisan daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan nama-namanya.





Sumber
https://faisal14.wordpress.com/2009/03/02/cara-menulis-daftar-pustaka/
http://fujianto21-chikafe.blogspot.co.id/2015/01/contoh-penulisan-daftar-pustaka.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Abstrak
http://dosen.ung.ac.id/ivanrismipolontalo/home/2013/1/24/penulisan_abstrak_dalam_sebuah_karya_tulis_ilmiah.html

Sabtu, 07 November 2015

Alenia atau Paragraf


A. Jenis Tulisan dalam Laras Ilmiah
      Dalam uraian dibedakkan antara pengertian realitas dengan pengertia nfakta. Seorang pengarang akan merangkai sebuah realita kehidupan dalam cerita, sedangkan seorang penulis akan merangkaikan berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realitas berarti peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realitas berarti peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang benar dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenerannya, tetapi tidak secara langsung dialami oleh sang penulis.
      Karya ilimah memilikki tujuan dan khalayak dengan sasaran yang jelas. Meskipun demikian dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Oleh karena itu, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekpresikkan pikiran semata tetapi kita juga menyumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya ilmiah tetap harus jelas menyampaikan pesan kepada pembaca.
      Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut :
Karya ilmiah menyajika fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
Karya ilmiah disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosuderal.
Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
Karya ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna, harus secara tepat mendefinisikan makna.

B. Eksposisi, Argumentasi, Narasi, Deskriptif
        1. Eksposisi
            adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat dan padat. Contoh penulisan eksposisi adalah berita dikuran dengan petunjuk penggunaannya.
          Ciri-ciri teks eksposisi:
          a. Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
          b. Data faktual
          c. Gaya informasi yang mengajak
          d. Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku
          e. Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca
          Pon-poin penting dalam paragraf atau karangan eksposisi
          a. Kondisi benar-benar terjadi
          b. Suatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta
          c. Fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada pendirian
        2. Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalahah benar dan terbukti. Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengigatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Kesimpulan dari paragraf tersebut adalah memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran.
       3. Narasi
           adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah dan akhir.
        Jenis-jenis Narasi:
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasai ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasai ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu. Menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis. berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
      4. Deskriptif
          adalah merupakan paragraf yang berutujuan menggambarkan sebuah objek nyata agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu.
C. Syarat pembentukkan paragraf
           Suatu paragraf dianggap bermutu dan efektif mengkomunikasikan gagasan yang didukungnya apabila paragraf itu lengkap. artinya mengandung pikiran utama dan pikiran -pikiran penjelas. Dan syarat-syaratnya antara lain :
      1. Kesatuan (Unity)
                   Yang dimaksud kesatuan adalah bahwa paragraf tersebut harus memperlibatkan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Sebuah alinea yang mempunyai kesatuan bisa saja mengandung beberapa hal atau beberapa perincian, tetapi semua unsur tadi haruslah beersama-sama digerakkan untuk menunjang maksud tunggal.
       2. Kepaduan (Koherensi)
                    Syarat yang kedua adalah paragraf tersebut harus mengandung kepaduan yang baik. Kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membina paragraf tersebut baik. Jika sebuah paragraf tidak memilikki kepaduan maka sang pembaca hanya menghadapi sutau kelompok yang masing-masing berdiri lepas dari yang lain dan memilikki gagasan sendiri.
       3. Kejelasan
                     Suatu paragraf dikatakan lengkap apabila kalimat topik ditunjang oleh sejumlah kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas penunjang utama atau penunjang kedua harus benar-benar menjelaskan pikiran utama.
D. Kalimat topik dan peletakkannya
      1. Paragraf Deduktif adalah yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
      2. Paragraf indukti adalah paragraf yang dimulai dengan dimulainnya mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik.
      3. Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.
      4. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memilikki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada setiap kalimat penjelas.
E. Penjelasan pola pengembangan paragraf.
Penjelasan Pola Pengembangan Paragraf dalam Bahasa Indonesia - Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang saling berkaitan dan memiliki suatu gagasan atau ide pokok yang ingin disampaikan kepada para pembacanya. Suatu paragraf dapat dikembangkan dengan pola pengembangan paragraf. 
Pola pengembangan paragraf sendiri adalah suatu penalaran atau pemikiran yang berdasarkan data untuk menarik suatu kesimpulan. Ada dua cara penalaran untuk mengembangkan paragraf yaitu penalaran deduksi dan induksi. Di bawah ini adalah pembahasan lebih lanjut mengenai pola-pola pengembangan paragaf tersebut.

1. Penalaran Deduksi

Penalaran deduksi adalah proses pengembangan paragraf dimana hal-hal umum dikemukakan terlebih dahulu kemudian selanjutnay didukung atau diperjelas dengan hal-hal khusus. Proses penalaran deduksi terbagi menjadi dua yakni silogisme dan entimen.
Silogisme
Proses penalaran silogisme adalah proses penarikan sebuah kesimpulan dengan menghubungkan dua pernyataan yang berlainan. Silogisme tersusun dari dua buah pernyataan yang disebut dengan premis mayor sebagai pernyataan umum, premis minor sebagai pernyataan khusus dan sebuah konklusi atau kesimpulan. 
Rumus Silogisme
Premis mayor : Semua A = B
Premis minor  : C = A
Kesimpulan     : C = B
Contoh :
Silogisme sendiri terbagi menjadi 3 jenis silogisme yaitu:
A. Silogisme kategorial
Proses silogisme ini tersusun oleh premis mayor, minor dan kesimpulan yang bersifat kategoris.
Contoh:
P1 = Semua karyawan bergelar sarjana
P2 = Budi adalah karyawan
K= Budi bergelar sarjana 
P1 = Semua binatang berkaki empat mamalia
P2= Kambing memiliki 4 kaki
K = Kambing termasuk mamalia
B. Silogisme hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya berproposisi conditional hipotesis, yaitu bila premis minor menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen, begitu juga dengan sebaliknya. 
Contoh:
P1 = Jika tidak ada oksigen, makhluk hidup mati
P2 = Oksigen tidak ada
K = Jadi, makhluk hidup mati
P1 = Jika ada uang Budi membeli motor baru
P2 = Budi ada uang
K = Jadi, Budi membeli motor baru
C. Silogisme alternative
Silogisme alternative premis mayornya berupa proposisi alternative. Bila premis minornya membenarkan salah satu dari alternative yang ada, maka kesimpulannya akan menolak alterantif lainnya. 
Contoh:
P1 = Budi sedang bermain di tempat Ani atau Joko
P2 = Budi bermain bersama Ani
K = Jadi, Budi tidak bermain dengan Joko
P1 = Ayah ingin menanam Bungan mawar atau melati
P2 = Ayah menanam bunga mawar
K = Jadi, ayah tidak menanam bunga melati

SUMBER
http://chipsservicetools.blogspot.co.id/2014/04/syarat-syarat-pembentukan-paragraf.html
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/penjelasan-pola-pengembangan-paragraf-dalam-bahasa-indonesia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Eksposisi
https://id.wikipedia.org/wiki/Narasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Argumentasi

Rabu, 28 Oktober 2015

Kalimat Efektif

    Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan ide dan gagasan penulis yang di sampaikan kepada pendengar atau pembaca agar pembaca dan pendengar dapat menerima ide dan gagasan penulis atau pembicara dengan jelas. kalimat berisi tentang ide dan gagasan penulis atau pembicara. konsep kalimat efektif di sampaikan melalui tulisan (bahasa tulisan) serta dengan gaya bahasa lisan.
Kesalahan pada kalimat
Berikut akan kita lihat kalimat-kalimat yang tidak efektif dan kita akan mencoba membetulkan kesalahan pada kalimat-kalimat itu. Beberapa jenis kesalahan dalam menyusun kalimat antara lain:
1. Pleonastis
Pleonastis atau pleonasme adalah pemakaian kata yang mubazir (berlebihan), yang sebenarnya tidak perlu. Contoh-contoh kalimat yang mengandung kesalahan pleonastis antara lain:
· Banyak tombol-tombol yang dapat Anda gunakan.
Kalimat ini seharusnya: Banyak tombol yang dapat Anda gunakan.
· Kita harus saling tolong-menolong.
Kalimat ini seharusnya: Kita harus saling menolong, atau Kita seharusnya tolong-menolong.
2. Kontaminasi
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan kontaminasi dapat kita lihat pada kalimat berikut ini:
Fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.
Kalimat tersebut akan menjadi lebih efektif apabila akhiran –nya dihilangkan.
Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.
3. Salah pemilihan kata
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan pemilihan kata dapat kita lihat pada kalimat berikut ini:
Saya mengetahui kalau ia kecewa.
Seharusnya: Saya mengetahui bahwa ia kecewa.
4. Salah nalar
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan nalar dapat kita lihat pada kalimat berikut ini:
Bola gagal masuk gawang.
Seharusnya: Bola tidak masuk gawang.
5. Pengaruh bahasa asing atau daerah (interferensi)
· Bahasa asing
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa asing terlihat pada kalimat berikut:
Saya tinggal di Semarang di mana ibu saya bekerja.
Kalimat ini bisa jadi mendapatkan pengaruh bahasa Inggris, lihat terjemahan kalimat berikut:
I live in Semarang where my mother works.
Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut menjadi:
Saya tinggal di Semarang tempat ibu saya bekerja.
· Bahasa daerah
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa daerah dapat kita lihat pada kalimat berikut:
Anak-anak sudah pada datang.
Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut menjadi:
Anak-anak sudah datang.
Contoh lain pengaruh bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, juga dapat kita lihat pada kalimat berikut. Penulis menemukan contoh ini dari sebuah rubrik di tabloid anak-anak Yunior.
Masuknya keluar mana? (Jawa: Mlebune metu endi?)
Kita sebaiknya mengganti kalimat tersebut dengan: Masuknya lewat mana?
6. Kata depan yang tidak perlu
Sering kali kita membuat kalimat yang mengandung kata depan yang tidak perlu seperti pada kalimat berikut:
Di program ini menyediakan berbagai fitur terbaru.
Agar menjadi efektif, sebaiknya kita menghilangkan kata depan di, sehingga kalimatnya menjadi:
Program ini menyediakan berbagai fitur terbaru.

Penalaran Kalimat
Penalaran Kalimat adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Kehematan atau Ekonomi Bahasa
                  Ekonomis dalam berbahasa berarti penghematan pemakaian kata dalam tuturan. Sebaiknya menghindari kata yang tidak diperlukan benar dari sudut pandangnya. Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah :
1.      Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk
Contoh :
Saya tidak suka buah pepaya dan saya tidak suka buah durian. (tidak efektif)
Saya tidak suka buah pepaya dan durian. (efektif)

2.      Menghindari kesinoniman dalam kalimat
Contoh :
Saya hanya memiliki 2 buah apel saja. (tidak efektif)
Saya hanya memiliki 2 buah apel. (efektif)

3.      Menghindari penjamakan kata pada kata jamak
Contoh :
Para mahasiswa- mahasiswa berunjuk rasa di bundaran HI. (tidak efektif)
Para mahasiswa berunjuk rasa di bundaran HI. (efektif)
Daftar konjungsi bahasa
Konjungsi atau konjungtor atau kata sambung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh : dan, atau, serta.
Daftar proposisi bahasa
Preposisi atau kata depan adalah kata yang secara sintaksis terdapat di depan nomina, adjektiva dan adverbia secara semantis menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan dan di belakang preposisi tersebut. Preposisi berada di depan nomina, adjektiva, atau adverbia, sehingga terbentuk frasa preposisional.


SUMBER
https://id.wiktionary.org/wiki/Kategori:id:Preposisi
https://kelasmayaku.wordpress.com/2012/08/11/kata-penghubung-konjungsi/ 
http://jaddung.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-contoh-kalimat-efektif.html

Diksi atau Pilihan Kata

Diksi atau Pilihan Kata
Definisi Kosa Kata
Kosakata adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain yang merupakan bagian dari suatu bahasa. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata – kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau yang akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun suatu kalimat. 
Diksi atau pilihan kata adalah pemilihan kata-kata yang sesuai apa yang hendak kita lakukan. Diksi atau pilihan kata mencakup penngertian kata-kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakkan dalam suatu situasi.
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dan di dalam bahasa Indonesia pun terdapat jenis kata-katanya yaitu ;
   1. Kata kerja
   2. Kata benda
   3. Kata sifat
   4. Kata keterangan
   5. Kata tugas


Kata Kerja

adalah kata yang menyatakan sebuah perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat . Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat.
Ciri-ciri kata kerja
     -Dapat diberi aspek waktu, contoh -> Akan mandi, Sedang mandi.
Contoh kalimat
     Saya menulis sepucuk surat.

Kata Benda
adalah kata yang mengacu kepada suatu benda (konkret maupun abstrak). Kata benda dapat berfungsi sebagai objek, subjek, pelengkap, dan keterangan.
Ciri-ciri kata benda.
     -Dapat diingkari dengan kata 'Bukan', contoh -> bukan gula, bukan raket.
Contoh kalimat
     Benda itu bukanlah gula

Kata Sifat
adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/benda. Kata sifat pada umumnya berfungsi sebagai predikat, objek dan penjelas subjek.
Ciri-ciri kata sifat.
     -Dapat diberikan kata pembanding seperti 'Kurang, Lebih, dan Paling', contoh -> paling cantik, lebih cerewet.
Contoh kalimat
     Wanita itu paling cantik.

Kata Keterangan
adalah kata yang berfungsi untuk melengkapi kalimat atau melengkapi seluruh kata
Contoh kalimat
     Wanita itu paling cantik sejagad raya

Kata Tugas
Memiliki macam-macamnya seperti
1. Kata sandang adalah kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda
2. Kata depan adalah kata yang selalu berada di depan kata benda.
3. Kata hubung adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan 2 kata atau 2 kalimat.
Contoh kalimat menggunakan kata tugas
    Wanita itu paling cantik sejagad raya sedangkan waria bukan.

Kata serapan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum.
Kata pinjaman
Kata pinjaman adalah kata yang dipinjam dari satu bahasa lalu diterapkan dalam satu lagi bahasa. Sungguhpun demikian, istilah kata pinjaman tidak menyampaikan maknanya setepat-tepatnya, kerana kata yang dipinjam tidak dipulangkan kepada bahasa "peminjam".
Imbuhan dalam bahasa Serapan
Imbuhan dalam Bahasa Serapan


Proses penyerapan itu dapat dipertimbangkan jika salah satu syarat dibawah ini terpenuhi, yaitu :
1.      Istilah serapan yang dipilih cocok konotasinya
2.      Istilah yang dipilih lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya
3.      Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimnya.

Kata serapan masuk ke Indonesia dengan 4 cara :
1.      Cara Adopsi, terjadi apabila pemakaian bahasa mengambil makna kata asing itu secara keseluruhan. Contoh : Supermarket, Plaza, Mall
2.      Cara Adaptasi, terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan atau penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Contoh : pluralization > pluralisasi, acceptability > akseptabilitas
3.      Penerjemahan, terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh : overlap > tumapng tindih, try out > uji coba
4.      Kreasi, terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa Indonesia. Cara kreasi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti penerjemanan. Contoh : spare parts > suku cadang, effective > berhasil guna.
Hubungan antar makna
Hubungan antar makna
1.SINONIM.
Dua kata atau lebih yang mempunyai persamaan arti atau hampir sama artinya.
contoh: abadi=kekal dll.
2. ANTONIM.

Dua kata atau lebih yang mempunyai makna berlawanan.
Contoh: Tinggi >< rendah.
Wangi >< bau, dll.

3. HOMONIM.

Kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama tapi maknanya berbeda.
Contoh:
- bisa= dapat,
-bisa=racun.
dll.

4. HOMOGRAF.

Kata yang tulisanya sama,tetapi pelafalan dan makna berbeda.
Contoh:
1.APEL.
- Setiap hari senin ada apel di lapangan sekolah.
- aku lebih suka apel hijau daripada apel merah.dll.

5. HOMOFON.

kata yang pelafalan yang sama,tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh,
bank,bang.
-tolong setorkan uang ini di bank.
-saya pesan satu porsi,bang.

sangsi,sanksi

-pencuri itu mendapat sanksi yang setimpal.
-ibu sangsi bahwa aku bisa masak seperti beliau.

6. POLISEMI.

kata yang memiliki banyak makna.
 





SUMBER
http://deden-arpega.blogspot.com/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html
http://www.academia.edu/9124755/Kata_serapan
http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html 
 http://gregorbetan.mywapblog.com/hubungan-antar-makna.xhtml

Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf

Minggu, 18 Oktober 2015

Membuat Garis Vertikal, Horizontal dan Diagonal Menggunakan Library OpenGL

Membuat Garis Vertikal, Horizontal dan Diagonal Menggunakan Library OpenGL

Nama : Bimo Winurseto
NPM  : 11113752
Kelas  : 3Ka 26

Untuk membuat garis menggunakan library OpenGL langkah awal yang kita lakukan adalah menginstall librarynya terlebih dahulu yaitu dengan cara:
 
































Setelah melakukan langkah diatas, kita buka dev c++nya lalu new project, ikuti langkah dibawah

















Setelah melakukan langkah diatas, klik OK
lalu ikuti langkah dibawah.








































Setelah melakukan langkah diatas sekarang kita lakukan running
1. Vertikal
2. Horizontal
3. Diagonal