Sabtu, 07 November 2015

Alenia atau Paragraf


A. Jenis Tulisan dalam Laras Ilmiah
      Dalam uraian dibedakkan antara pengertian realitas dengan pengertia nfakta. Seorang pengarang akan merangkai sebuah realita kehidupan dalam cerita, sedangkan seorang penulis akan merangkaikan berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realitas berarti peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realitas berarti peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang benar dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenerannya, tetapi tidak secara langsung dialami oleh sang penulis.
      Karya ilimah memilikki tujuan dan khalayak dengan sasaran yang jelas. Meskipun demikian dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Oleh karena itu, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekpresikkan pikiran semata tetapi kita juga menyumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya ilmiah tetap harus jelas menyampaikan pesan kepada pembaca.
      Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut :
Karya ilmiah menyajika fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
Karya ilmiah disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosuderal.
Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
Karya ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna, harus secara tepat mendefinisikan makna.

B. Eksposisi, Argumentasi, Narasi, Deskriptif
        1. Eksposisi
            adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat dan padat. Contoh penulisan eksposisi adalah berita dikuran dengan petunjuk penggunaannya.
          Ciri-ciri teks eksposisi:
          a. Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
          b. Data faktual
          c. Gaya informasi yang mengajak
          d. Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku
          e. Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca
          Pon-poin penting dalam paragraf atau karangan eksposisi
          a. Kondisi benar-benar terjadi
          b. Suatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta
          c. Fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada pendirian
        2. Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalahah benar dan terbukti. Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengigatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Kesimpulan dari paragraf tersebut adalah memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran.
       3. Narasi
           adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah dan akhir.
        Jenis-jenis Narasi:
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasai ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasai ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu. Menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis. berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
      4. Deskriptif
          adalah merupakan paragraf yang berutujuan menggambarkan sebuah objek nyata agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu.
C. Syarat pembentukkan paragraf
           Suatu paragraf dianggap bermutu dan efektif mengkomunikasikan gagasan yang didukungnya apabila paragraf itu lengkap. artinya mengandung pikiran utama dan pikiran -pikiran penjelas. Dan syarat-syaratnya antara lain :
      1. Kesatuan (Unity)
                   Yang dimaksud kesatuan adalah bahwa paragraf tersebut harus memperlibatkan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Sebuah alinea yang mempunyai kesatuan bisa saja mengandung beberapa hal atau beberapa perincian, tetapi semua unsur tadi haruslah beersama-sama digerakkan untuk menunjang maksud tunggal.
       2. Kepaduan (Koherensi)
                    Syarat yang kedua adalah paragraf tersebut harus mengandung kepaduan yang baik. Kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membina paragraf tersebut baik. Jika sebuah paragraf tidak memilikki kepaduan maka sang pembaca hanya menghadapi sutau kelompok yang masing-masing berdiri lepas dari yang lain dan memilikki gagasan sendiri.
       3. Kejelasan
                     Suatu paragraf dikatakan lengkap apabila kalimat topik ditunjang oleh sejumlah kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas penunjang utama atau penunjang kedua harus benar-benar menjelaskan pikiran utama.
D. Kalimat topik dan peletakkannya
      1. Paragraf Deduktif adalah yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
      2. Paragraf indukti adalah paragraf yang dimulai dengan dimulainnya mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik.
      3. Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.
      4. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memilikki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada setiap kalimat penjelas.
E. Penjelasan pola pengembangan paragraf.
Penjelasan Pola Pengembangan Paragraf dalam Bahasa Indonesia - Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang saling berkaitan dan memiliki suatu gagasan atau ide pokok yang ingin disampaikan kepada para pembacanya. Suatu paragraf dapat dikembangkan dengan pola pengembangan paragraf. 
Pola pengembangan paragraf sendiri adalah suatu penalaran atau pemikiran yang berdasarkan data untuk menarik suatu kesimpulan. Ada dua cara penalaran untuk mengembangkan paragraf yaitu penalaran deduksi dan induksi. Di bawah ini adalah pembahasan lebih lanjut mengenai pola-pola pengembangan paragaf tersebut.

1. Penalaran Deduksi

Penalaran deduksi adalah proses pengembangan paragraf dimana hal-hal umum dikemukakan terlebih dahulu kemudian selanjutnay didukung atau diperjelas dengan hal-hal khusus. Proses penalaran deduksi terbagi menjadi dua yakni silogisme dan entimen.
Silogisme
Proses penalaran silogisme adalah proses penarikan sebuah kesimpulan dengan menghubungkan dua pernyataan yang berlainan. Silogisme tersusun dari dua buah pernyataan yang disebut dengan premis mayor sebagai pernyataan umum, premis minor sebagai pernyataan khusus dan sebuah konklusi atau kesimpulan. 
Rumus Silogisme
Premis mayor : Semua A = B
Premis minor  : C = A
Kesimpulan     : C = B
Contoh :
Silogisme sendiri terbagi menjadi 3 jenis silogisme yaitu:
A. Silogisme kategorial
Proses silogisme ini tersusun oleh premis mayor, minor dan kesimpulan yang bersifat kategoris.
Contoh:
P1 = Semua karyawan bergelar sarjana
P2 = Budi adalah karyawan
K= Budi bergelar sarjana 
P1 = Semua binatang berkaki empat mamalia
P2= Kambing memiliki 4 kaki
K = Kambing termasuk mamalia
B. Silogisme hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya berproposisi conditional hipotesis, yaitu bila premis minor menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen, begitu juga dengan sebaliknya. 
Contoh:
P1 = Jika tidak ada oksigen, makhluk hidup mati
P2 = Oksigen tidak ada
K = Jadi, makhluk hidup mati
P1 = Jika ada uang Budi membeli motor baru
P2 = Budi ada uang
K = Jadi, Budi membeli motor baru
C. Silogisme alternative
Silogisme alternative premis mayornya berupa proposisi alternative. Bila premis minornya membenarkan salah satu dari alternative yang ada, maka kesimpulannya akan menolak alterantif lainnya. 
Contoh:
P1 = Budi sedang bermain di tempat Ani atau Joko
P2 = Budi bermain bersama Ani
K = Jadi, Budi tidak bermain dengan Joko
P1 = Ayah ingin menanam Bungan mawar atau melati
P2 = Ayah menanam bunga mawar
K = Jadi, ayah tidak menanam bunga melati

SUMBER
http://chipsservicetools.blogspot.co.id/2014/04/syarat-syarat-pembentukan-paragraf.html
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/penjelasan-pola-pengembangan-paragraf-dalam-bahasa-indonesia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Eksposisi
https://id.wikipedia.org/wiki/Narasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Argumentasi

Rabu, 28 Oktober 2015

Kalimat Efektif

    Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan ide dan gagasan penulis yang di sampaikan kepada pendengar atau pembaca agar pembaca dan pendengar dapat menerima ide dan gagasan penulis atau pembicara dengan jelas. kalimat berisi tentang ide dan gagasan penulis atau pembicara. konsep kalimat efektif di sampaikan melalui tulisan (bahasa tulisan) serta dengan gaya bahasa lisan.
Kesalahan pada kalimat
Berikut akan kita lihat kalimat-kalimat yang tidak efektif dan kita akan mencoba membetulkan kesalahan pada kalimat-kalimat itu. Beberapa jenis kesalahan dalam menyusun kalimat antara lain:
1. Pleonastis
Pleonastis atau pleonasme adalah pemakaian kata yang mubazir (berlebihan), yang sebenarnya tidak perlu. Contoh-contoh kalimat yang mengandung kesalahan pleonastis antara lain:
· Banyak tombol-tombol yang dapat Anda gunakan.
Kalimat ini seharusnya: Banyak tombol yang dapat Anda gunakan.
· Kita harus saling tolong-menolong.
Kalimat ini seharusnya: Kita harus saling menolong, atau Kita seharusnya tolong-menolong.
2. Kontaminasi
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan kontaminasi dapat kita lihat pada kalimat berikut ini:
Fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.
Kalimat tersebut akan menjadi lebih efektif apabila akhiran –nya dihilangkan.
Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.
3. Salah pemilihan kata
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan pemilihan kata dapat kita lihat pada kalimat berikut ini:
Saya mengetahui kalau ia kecewa.
Seharusnya: Saya mengetahui bahwa ia kecewa.
4. Salah nalar
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan nalar dapat kita lihat pada kalimat berikut ini:
Bola gagal masuk gawang.
Seharusnya: Bola tidak masuk gawang.
5. Pengaruh bahasa asing atau daerah (interferensi)
· Bahasa asing
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa asing terlihat pada kalimat berikut:
Saya tinggal di Semarang di mana ibu saya bekerja.
Kalimat ini bisa jadi mendapatkan pengaruh bahasa Inggris, lihat terjemahan kalimat berikut:
I live in Semarang where my mother works.
Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut menjadi:
Saya tinggal di Semarang tempat ibu saya bekerja.
· Bahasa daerah
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa daerah dapat kita lihat pada kalimat berikut:
Anak-anak sudah pada datang.
Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut menjadi:
Anak-anak sudah datang.
Contoh lain pengaruh bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, juga dapat kita lihat pada kalimat berikut. Penulis menemukan contoh ini dari sebuah rubrik di tabloid anak-anak Yunior.
Masuknya keluar mana? (Jawa: Mlebune metu endi?)
Kita sebaiknya mengganti kalimat tersebut dengan: Masuknya lewat mana?
6. Kata depan yang tidak perlu
Sering kali kita membuat kalimat yang mengandung kata depan yang tidak perlu seperti pada kalimat berikut:
Di program ini menyediakan berbagai fitur terbaru.
Agar menjadi efektif, sebaiknya kita menghilangkan kata depan di, sehingga kalimatnya menjadi:
Program ini menyediakan berbagai fitur terbaru.

Penalaran Kalimat
Penalaran Kalimat adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Kehematan atau Ekonomi Bahasa
                  Ekonomis dalam berbahasa berarti penghematan pemakaian kata dalam tuturan. Sebaiknya menghindari kata yang tidak diperlukan benar dari sudut pandangnya. Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah :
1.      Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk
Contoh :
Saya tidak suka buah pepaya dan saya tidak suka buah durian. (tidak efektif)
Saya tidak suka buah pepaya dan durian. (efektif)

2.      Menghindari kesinoniman dalam kalimat
Contoh :
Saya hanya memiliki 2 buah apel saja. (tidak efektif)
Saya hanya memiliki 2 buah apel. (efektif)

3.      Menghindari penjamakan kata pada kata jamak
Contoh :
Para mahasiswa- mahasiswa berunjuk rasa di bundaran HI. (tidak efektif)
Para mahasiswa berunjuk rasa di bundaran HI. (efektif)
Daftar konjungsi bahasa
Konjungsi atau konjungtor atau kata sambung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh : dan, atau, serta.
Daftar proposisi bahasa
Preposisi atau kata depan adalah kata yang secara sintaksis terdapat di depan nomina, adjektiva dan adverbia secara semantis menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan dan di belakang preposisi tersebut. Preposisi berada di depan nomina, adjektiva, atau adverbia, sehingga terbentuk frasa preposisional.


SUMBER
https://id.wiktionary.org/wiki/Kategori:id:Preposisi
https://kelasmayaku.wordpress.com/2012/08/11/kata-penghubung-konjungsi/ 
http://jaddung.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-contoh-kalimat-efektif.html

Diksi atau Pilihan Kata

Diksi atau Pilihan Kata
Definisi Kosa Kata
Kosakata adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain yang merupakan bagian dari suatu bahasa. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata – kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau yang akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun suatu kalimat. 
Diksi atau pilihan kata adalah pemilihan kata-kata yang sesuai apa yang hendak kita lakukan. Diksi atau pilihan kata mencakup penngertian kata-kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakkan dalam suatu situasi.
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dan di dalam bahasa Indonesia pun terdapat jenis kata-katanya yaitu ;
   1. Kata kerja
   2. Kata benda
   3. Kata sifat
   4. Kata keterangan
   5. Kata tugas


Kata Kerja

adalah kata yang menyatakan sebuah perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat . Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat.
Ciri-ciri kata kerja
     -Dapat diberi aspek waktu, contoh -> Akan mandi, Sedang mandi.
Contoh kalimat
     Saya menulis sepucuk surat.

Kata Benda
adalah kata yang mengacu kepada suatu benda (konkret maupun abstrak). Kata benda dapat berfungsi sebagai objek, subjek, pelengkap, dan keterangan.
Ciri-ciri kata benda.
     -Dapat diingkari dengan kata 'Bukan', contoh -> bukan gula, bukan raket.
Contoh kalimat
     Benda itu bukanlah gula

Kata Sifat
adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/benda. Kata sifat pada umumnya berfungsi sebagai predikat, objek dan penjelas subjek.
Ciri-ciri kata sifat.
     -Dapat diberikan kata pembanding seperti 'Kurang, Lebih, dan Paling', contoh -> paling cantik, lebih cerewet.
Contoh kalimat
     Wanita itu paling cantik.

Kata Keterangan
adalah kata yang berfungsi untuk melengkapi kalimat atau melengkapi seluruh kata
Contoh kalimat
     Wanita itu paling cantik sejagad raya

Kata Tugas
Memiliki macam-macamnya seperti
1. Kata sandang adalah kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda
2. Kata depan adalah kata yang selalu berada di depan kata benda.
3. Kata hubung adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan 2 kata atau 2 kalimat.
Contoh kalimat menggunakan kata tugas
    Wanita itu paling cantik sejagad raya sedangkan waria bukan.

Kata serapan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum.
Kata pinjaman
Kata pinjaman adalah kata yang dipinjam dari satu bahasa lalu diterapkan dalam satu lagi bahasa. Sungguhpun demikian, istilah kata pinjaman tidak menyampaikan maknanya setepat-tepatnya, kerana kata yang dipinjam tidak dipulangkan kepada bahasa "peminjam".
Imbuhan dalam bahasa Serapan
Imbuhan dalam Bahasa Serapan


Proses penyerapan itu dapat dipertimbangkan jika salah satu syarat dibawah ini terpenuhi, yaitu :
1.      Istilah serapan yang dipilih cocok konotasinya
2.      Istilah yang dipilih lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya
3.      Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimnya.

Kata serapan masuk ke Indonesia dengan 4 cara :
1.      Cara Adopsi, terjadi apabila pemakaian bahasa mengambil makna kata asing itu secara keseluruhan. Contoh : Supermarket, Plaza, Mall
2.      Cara Adaptasi, terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan atau penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Contoh : pluralization > pluralisasi, acceptability > akseptabilitas
3.      Penerjemahan, terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh : overlap > tumapng tindih, try out > uji coba
4.      Kreasi, terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa Indonesia. Cara kreasi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti penerjemanan. Contoh : spare parts > suku cadang, effective > berhasil guna.
Hubungan antar makna
Hubungan antar makna
1.SINONIM.
Dua kata atau lebih yang mempunyai persamaan arti atau hampir sama artinya.
contoh: abadi=kekal dll.
2. ANTONIM.

Dua kata atau lebih yang mempunyai makna berlawanan.
Contoh: Tinggi >< rendah.
Wangi >< bau, dll.

3. HOMONIM.

Kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama tapi maknanya berbeda.
Contoh:
- bisa= dapat,
-bisa=racun.
dll.

4. HOMOGRAF.

Kata yang tulisanya sama,tetapi pelafalan dan makna berbeda.
Contoh:
1.APEL.
- Setiap hari senin ada apel di lapangan sekolah.
- aku lebih suka apel hijau daripada apel merah.dll.

5. HOMOFON.

kata yang pelafalan yang sama,tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh,
bank,bang.
-tolong setorkan uang ini di bank.
-saya pesan satu porsi,bang.

sangsi,sanksi

-pencuri itu mendapat sanksi yang setimpal.
-ibu sangsi bahwa aku bisa masak seperti beliau.

6. POLISEMI.

kata yang memiliki banyak makna.
 





SUMBER
http://deden-arpega.blogspot.com/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html
http://www.academia.edu/9124755/Kata_serapan
http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html 
 http://gregorbetan.mywapblog.com/hubungan-antar-makna.xhtml

Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.  Kata kerja (verba)
2.  Kata sifat (adjektiva)
3.  Kata keterangan (adverbia)
4.  Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.  Kelompok kata tugas ialah :
  • Kata Sandang (artikel)
  • Kata Depan (preposisi)
  • Kata Hubung (konjungsi)
  • Partikel
  • Kata Seru (interjeksi)
- See more at: http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.VndgUokn.dpuf

Minggu, 18 Oktober 2015

Membuat Garis Vertikal, Horizontal dan Diagonal Menggunakan Library OpenGL

Membuat Garis Vertikal, Horizontal dan Diagonal Menggunakan Library OpenGL

Nama : Bimo Winurseto
NPM  : 11113752
Kelas  : 3Ka 26

Untuk membuat garis menggunakan library OpenGL langkah awal yang kita lakukan adalah menginstall librarynya terlebih dahulu yaitu dengan cara:
 
































Setelah melakukan langkah diatas, kita buka dev c++nya lalu new project, ikuti langkah dibawah

















Setelah melakukan langkah diatas, klik OK
lalu ikuti langkah dibawah.








































Setelah melakukan langkah diatas sekarang kita lakukan running
1. Vertikal
2. Horizontal
3. Diagonal






Jumat, 25 September 2015

Penggunaan EYD

Penggunaan EYD
Dalam bahasa Indonesia terdapat EYD yang merupakan singkatan dari Ejaan Yang Dibenarkan. Dalam EYD kita diajarkan untuk membuat sebuah kalimat dengan ejaan yang sangat tepat yang akan menjadi salah satu ciri dari penulis tersebut apakah si pembuat kalimat dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi Pengertian Ejaan ialah keseluruhan system dan peraturan penulisan bunyi bahasa untuk mencapai keseragaman. Sedangkan Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan yang dihasilkan dari penyempurnaan atas ejaan-ejaan sebelumnya. Didalam EYD terdapat pengaturan sebagai berikut : 

1. Pemakaian Huruf
    - Huruf Kapital (Huruf Besar)
       Huruf abjad yang terdapat di dalam bahasa Indonesia adalah :
       A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y dan Z.
       Huruf kapital biasanya digunakkan untuk kata pertama dalam sebuah kalimat, untuk membedakan sebuah nama dan untuk mengawali sebuah kalimat setelah tanda 'titik (.)'
    - Huruf Vokal
       Huruf vokal dalam bahasa Indonesia terdapat 5 huruf antara lain adalah ; a, i, u, e dan o. Mengapa dinamakan huruf vokal? karena huruf ini berdiri sendiri tanpa bantuan huruf lainnya.
    - Huruf Konsonan
       Huruf konsonan dalam bahasa Indonesia adalah seluruh abjad dalam bahasa Indonesia yaitu dari a-z. Perbadannya dengan huruf kapital adalah huruf konsonan menggunakan huruf kecil bukan kapital. Huruf konsonan ini digunakkan untuk melanjutkan huruf setelah huruf kapital.
   - Huruf Diftong
      Huruf diftong dalam bahasa Indonesia adalah 2 huruf vokal atau lebih yang terletak bersampingan seperti ai, au, oi, dan lainnya. Contohnya adalah kata Baik.
    - Gabungan Huruf Konsonan
      Dalam gabungan huruf konsonan adalah sebuah huruf mati atau bukan huruf vokal yang terletak bersampingan seperti kh, ng, ny dan lainnya. Contohnya adalah kata Khusus.
2. Penggunaan Huruf Miring dan Kapital
    - Huruf kapital atau huruf besar biasanya digunakan pada awal kalimat, petikan langsung, ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, nama gelar kehormatan, unsur nama jabatan, nama orang, nama bangsa, suku, tahun, bulan, nama geografi, dan lainnya.
    - Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, surat kabar, yang dikutip dalam tulisan, nama ilmiah atau ungkapan asing, dan untuk menegaskan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.
3. Penulisan Kata
Terdapat beberapa contoh dalam penulisan kata, yaitu;
a. Kata Dasar, Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan
b. Kata Turunan, Kata turunan (imbuhan)
c. Bentuk Ulang, Bentuk kata Ulang ditulis hanya dengan tanda hubung (-)
d. Gabungan Kata, Gabungan kata yang dianggap senyawa ditulis serangkai
e. Kata Ganti ku, mu, kau dan nya, ditulis serangkai dengan kata yang  mengikutinya
f. Kata Depan di, ke, dan dari, Kata depan di dan ke ditulis terpisah
g. Kata si dan sang, Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya
h. Partikel, Partikel per yang berarti tiap-tiap ditulis terpisah.
4. Singkatan dan Akronim
    Singkatan ialah bentuk istilah yang tulisannya diperpendek terdiri dari huruf awalnya saja, menanggalkan sebagian unsurnya atau lengkap menurut lisannya, Contoh : NKRI, cm,  lab.
    Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, ataupun gabungan kombinasi
huruf dan suku kata. Contoh : rudal ( peluru kendali ), tilang ( bukti pelanggaran ).

 Sejarah Perubahan dalam Penggunaan Ejaan Lama dan Baru
    Sebelum EYD, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, (sekarang Pusat Bahasa), pada tahun 1967 mengeluarkan Ejaan Baru (Ejaan LBK). Ejaan Baru pada dasarnya merupakan lanjutan dari usaha yang telah dirintis oleh panitia Ejaan Malindo. Para pelaksananya pun di samping terdiri dari panitia Ejaan LBK, juga dari panitia ejaan dari Malaysia. Panitia itu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan yang kemudian diberi nama Ejaan Baru. Panitia itu bekerja atas dasar surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan no.062/67, tanggal 19 September 1967.  Ejaan Yang Disempurnakan (disingkat EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Jadi EYD yang sekarang kita gunakkan sekarang telah mengalami 2 kali revisi yaitu pada tahun 1987 dan 2009.
Contoh perbadaan dengan ejaan sebelumnya.
"tj" menjadi "c" : tjutji → cuci
"dj" menjadi "j": djarak → jarak
"j" menjadi "y" : sajang → sayang
"nj" menjadi "ny" : njamuk → nyamuk
"sj" menjadi "sy" : sjarat → syarat
"ch" menjadi "kh": achir → akhir.

Tanda Baca pada EYD
- Tanda Titik
  1. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. Misalnya: W.S. Rendra
  2. Tanda titik dipakai pada singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan Misalnya: Dr. (doktor) dr. (dokter)
  3. Tanda titik digunakan pada angka yang menyatakan jumlah untuk memisahkan ribuan, jutaan dan seterusnya. Misalnya: Tebal buku itu 100.150 halaman.
- Tanda Koma
  Ada kaidah yang mengatur kapan tanda koma digunakan dan kapan tanda koma tidak digunakan.
1. Tanda koma harus digunakan diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
2. Tanda koma harus digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata tetapi, melainkan dan sedangkan.
3. Tanda koma harus digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat, apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Biasanya, anak kalimat didahului oleh kata penghubung bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, apabila, jika, meskipun dan sebagainya.
- Tanda Titik Koma
  Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Misalnya :
Para pemikir mengatur strategi dan langkah yang harus ditempuh; para pelaksana mengerjakan tugas sebaik-baiknya; para penyandang dana menyediakan biaya yang diperlukan.
- Tanda Titik Dua
  a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu perrnyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Misalnya :
Perguruan Tinggi Nusantara mempunyai tiga jurusan : Sekolah Tinggi Teknik, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Sekolah Tinggi Hukum
  b. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri permyataan, Misalnya :
Perguruan Tinggi Nusantara mempunyai Sekolah Tinggi Teknik, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Sekolah Tinggi Hukum.
 - Tanda Hubung (-)
Tanda hubung biasanya digunakkan untuk kata-kata tertentu, contohnya adalah kura-kura, kupu-kupu. Dan tanda hubung digunakkan untuk menghubungkan sebuah kata yang seharusnya gabung tetapi kita menulis di akhir bagian buku maka kita menggunakannya. contohnya adalah Saya menggunakan tanda hubung kar- ena halaman tidak mencukupi.
- Tanda Tanya (?)
Tanda tanya digunakkan untuk menanyakan sesuatu atau dipakai jika kita menulis sebuah kalimat tanya. Contohnya adalah Dimana kita meletakkan tanda tanya?.
- Tanda Seru (!)
Tanda seru biasanya digunakkan untuk sebuah kalimat perintah. Contohnya adalah Pakailah tanda seru untuk melakukan perintah!.
- Tanda Kurung ( )
a. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
b. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
- Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring dipakai didalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
 
SUMBER
 
 




Ragam Bahasa dan Laras Bahasa

Ragam Bahasa adalah variasi cara dari bahasa menurut pemakaiannya, yang membedakan menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan antar pembicara, antar kawan bicara, dan orang yang sedang dibicarakan. Ragam bahasa di bagi menjadi 3 tingkatan yaitu, Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise yang bagus/tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), sedangkan di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Dan ragam bahasa dibagi menjadi 3 macam berdasarkan media, cara pandang penutur dan dari topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa berdasarkan media
    - Ragam bahasa Media (Lisan) Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Jadi ragam bahasa lisan juga berdasarkan tata letak dimana kita menggunakannya. Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Dan berikut adalah ciri-ciri dari bahasa media lisan
·         Memerlukan orang kedua/teman bicara.
·         Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
·         Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
·         Berlangsung cepat
     -  Ragam bahasa media (Tulisan ) Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, dan kelengkapan unsur-unsur kalimat. Dan berikut adalah ciri-ciri dari ragam tulis.
 -     Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara
 -     Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu
 -     Harus memperhatikan unsur gramatikal
 -     Berlangsung lambat
 -     Selalu memakai alat bantu
 -     Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
           Contohnya: “Saya sudah membaca koran itu”.

2. Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi. 
 Contoh:
Ragam dialek       : “Gue udah baca itu novel ”
Ragam terpelajar  : “Saya sudah membaca novel itu”
Ragam resmi        : “Saya sudah membaca novel itu”
Ragam tak resmi  : “Saya sudah baca novel itu”
kita dapat melihat dari setiap contoh terdapat perbedaan kecuali ragam terpelajar dan ragam resmi dikarenakan sama maksud dari ragam tersebut.
3. Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.   
Ragam hukum        : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis          : Setiap pembelian barang lebih dari 2 buah maka akan mendapatkan 1 bonus.
Ragam sastra          : Cerita itu menggunakan cerita dimasa lalu.
Ragam kedokteran : Anak itu menderita penyakit Malaria.

Laras Bahasa,  Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya, Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakainya.


SUMBER
http://yudah05.blogspot.co.id/2014/10/ragam-dan-laras-bahasa.html 
https://id.wikipedia.org/wiki/Laras_bahasa

Selasa, 22 September 2015

Peran dan Fungsi Bahasa

Peran dan Fungsi Bahasa
Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena dengan bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. Adapun bahasa dapat digunakan apabila saling memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya bahasa yang kita miliki. Kita dapat memahami maksud dan tujuan orang lain berbahasa atau berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan. Bahasa juga merupakan sarana untuk berkomunikasi antara manusia satu dengan yang lainnya. Ada 2 contoh bahasa yang dapat kita lakukan yaitu Verbal dan Non Verbal.
Bahasa Verbal adalah cara menyampaikannya dengan Lisan dan Tulisan. Sedangakan Non Verbal adalah cara menyampaikan sesuatu dengan isyarat tubuh, atau kata lainnya adalah seperti sebuah kode.
Contoh Bahasa Verbal :
1. Lisan misalnya kita ingin berbicara dengan sesorang, dari bahasa lisan juga ada aturannya dimana kita dengan siapa lawan bicaranya. contohnya adalah Berpidato, Khotbah, dll. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan kita menggunakan bahasa verbal lisan.
2. Tulisan misalnya kita ingin mengirim sebuah surat atau lainnya yang menggunakan alat tulis untuk menyampaikannya, dari bahasa tulisan juga ada aturanyna dimana kita mengirim/menyampaikan tulisan tersebut kepada siapa, dan dalam rangka apa. Jadi kita harus mengkondisikan semuanya. Contoh dari Tulisan misalnya kita ingin mengirimkan surat berwenang kepada Presiden atau seseorang yang jabatannya lebih diatas kita.

Contoh Bahasa Non Verbal :
1. Bahasa Tubuh, biasanya bahasa tubuh digunakkan ketika kita sedang berbicara menggunakan lisan tetapi kondisi untuk berbicara/melisankannya tidak bisa kita sampaikan jadi menggunakan bahasa tubuh atau mimik wajah yang berbuah seperti memberikan kode, Contohnya adalah ketika kita ditanyakan "Apakah anda ingin sukses?" pasti semua orang ingin sukses, jadi itu adalah pertanyaan yang sudah biasa tetapi karena kita mungkin malas untuk menjawabnya jadi kita hanya menganggukkan kepala saja (artinya IYA, Saya ingin sukses).


Aspek Bahasa
Dalam Aspek Bahasa dibagi menjadi beberapa macam
1. Aspek Fisiologis Bahasa
Merupakan wujud fisik bahasa, bunyi bahasa dan satuan bunyi bahasa
    - Wujud Fisik Bahasa
Berbicara mengenai aspek bahasa pada dasarnya mencakup 3 aspek, pertama bagaimana bunyi bahasa itu dihasilkan, kedua bagaimana ciri-ciri bunyi bahasa yang keluar dari seseorang, ketiga bagaimana bunyi bahasa itu dituturkan.
     - Bunyi Bahasa
Untuk mengetahui bunyi dari bahasa tersebut kita harus mengetahui darimana bahasa tersebut berasal dan sebaliknya begitu kita bisa mengetahui bahasa tersebut dari logatnya berbicara misalnya orang indonesia yang memiliki logat-logat dari budayanya. Tetapi bahasa indonesia juga berlogat seperti melayu.
      - Satuan Bunyi Bahasa
Satuan bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat bicara dilakukan dengan artikulasi yang sama. Perubahan proses produksi bunyi menghasilkan perubahan kualitas bunyi. Sebagai akibat proses artikulasi yang berbeda pada bahasa-bahasa di dunia ini. Bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan berbagai bahasa itu pun berbeda.
2. Aspek Sosial Bahasa
Terdapat berbagai beberapa inti dalam aspek sosial bahasa
    - Keberagaman Bahasa 
Merupakan banyak ragam bahasa yang dimilik suatu negara/daerah tersebut. Contohnya di Indonesia banyak sekali ragam-ragam bahasanya. Contohnya adalah bahasa jawa, medan, dll.
    - Berbagai Ragam dalam Pemakaian Bahasa
Di Indonesia sendiri sangatlah banyak ragam bahasanya jadi ketika kita menggunakan salah satu ragam bahasa indonesia kita juga harus mempelajari cara pemakaian bahasanya. Jadi janganlah hanya mengada-ada saja. Karena didalam ragam bahasa terdapat seperti nada, intonasi yang dapat membedakan arti dari ragam bahasa tersebut.

Fungsi Bahasa
Bahasa sangatlah penting dan memiliki fungsi yang sangat baik. Dan fungsi tersebut dibagi lagi dengan detailnya, seperti ;
1. Menunjukkan Ekspresi Diri dimana kita dapat menunjukkan ekspresi diri kita dengan bahasa, contohnya adalah ketika kita sedang marah, ketika kita sedang marah dan ingin menunjukkan ekspresi kita terhadap sesorang (yang membuat kita kesal) kita dapat menggunakan bahasa baik tetapi dengan intonasi yang menekan atau nada yang menekan untuk menunjukkan kepadanya bahwa kita sedang merasa marah.
2. Beradaptasi dan Integrasi dimana kita dapat mengunakan bahasa untuk beradaptasi di suatu tempat atau perkumpulan tertentu.
3. Berkomunikasi, Tentu saja kita membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi, bayangkan jika kita tidak bisa berbahasa, maka bagaimana kita berkomunikasi?. Tetapi maksud berkomunikasi disini adalah kita dapat menggunakan bahasa yang baik agar kita dapat berkomunikasi dengan seseorang dengan baik juga.

Fungsi Bahasa Indonesia
Meskipun di Indonesia sendiri memiliki banyak ragam bahasa, jadi fungsi dari bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional yang digunakkan setiap masyarakat Indonesia jika bertemu dengan orang lain yang berbeda adatnya maka kita menggunakan bahasa Indonesia untuk melakukan pembicaraan tersebut. Jadi bahasa Indonesia sangatlah digunakan untuk ;
1. Pemersatu Bangsa
2. Jati Diri
3. Administrasi Kenegaraan